Postingan

𝐏𝐑𝐄𝐒𝐒 𝐑𝐄𝐋𝐄𝐀𝐒𝐄 𝐂𝐂𝐂 𝐁𝐀𝐓𝐂𝐇 𝟐 𝟐𝟎𝟐𝟔 🚨✨

Gambar
  Sabtu, 22 Agustus 2026 – Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan Content Creator Class 2 (CCC 2026). Bersama Kak Didi Mulana, S. Pd. sebagai pemateri, peserta diajak menyelami proses kreatif dalam mengolah ide hingga menyampaikannya melalui konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Suasana interaktif yang terbangun sepanjang kegiatan menjadikan setiap pembahasan terasa hidup dan mudah diterima. Ketika gagasan mulai beranjak menuju karya, kreativitas perlahan menemukan bentuknya. Melalui Canva , Adobe Illustrator , dan CapCut , peserta menelusuri proses penciptaan karya, dari merangkai unsur-unsur visual hingga menghidupkan cerita melalui gerak dan suara. Setiap langkah menjadi ruang untuk bereksplorasi, sebab kreativitas tidak hanya tumbuh dari apa yang dipelajari, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba. Suasana pun kian hidup seiring berjalannya kegiatan. Pertanyaan bermunculan, pendapat saling bersahutan, dan rasa ingin tahu menjelma menjadi percakapan yang hangat. ...

𝐊𝐞𝐮𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐈𝐭𝐮 𝐏𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠, 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐮𝐡 𝐋𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠

Gambar
   Pendahuluan Berdagang merupakan aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dari pasar tradisional hingga toko online, transaksi jual beli terjadi setiap hari dengan berbagai bentuk dan cara. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, keuntungan sering kali menjadi ukuran utama keberhasilan seorang pedagang. Semakin besar keuntungan yang diperoleh, semakin berhasil pula seseorang dianggap dalam menjalankan usahanya. Namun, apakah keberhasilan dalam berdagang cukup diukur dari banyaknya keuntungan yang didapat? Fenomena Kecurangan dalam Jual Beli Fenomena kecurangan dalam jual beli masih sering ditemukan di sekitar kita, contohnya: ● Mulai dari barang yang tidak sesuai dengan deskripsi (misalnya warna, ukuran, atau bahan yang mungkin berbeda) ●Promosi yang berlebihan atau berbohong (overclaim) ● Menyembunyikan cacat produk dari pembeli. ● Mengurangi timbangan atau takaran, terutama dalam bahan makanan. ● Testimonial palsu di toko online. Tidak sedikit...

PRESS RELEASE UPGRADING DAN PANCAWULAN AKMI UNTIRTA 2026

Gambar
  Alhamdulillah, pada Minggu, 21 Juni 2026 , AKMI Untirta sukses melaksanakan kegiatan Upgrading & Pancawulan di Pesantren Daarul Huffazh Serang. Kegiatan ini mengusung tema "Merawat Asa AKMI: Belajar dari Perjalanan, Mempererat Kebersamaan, dan Bergerak untuk Perubahan." Sejak pagi, para peserta hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian acara yang telah dipersiapkan. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk berkumpul, belajar, dan menguatkan kembali semangat perjuangan bersama dalam organisasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak untuk melihat kembali perjalanan AKMI selama beberapa waktu terakhir. Berbagai program, pengalaman, serta tantangan yang telah dilalui menjadi bahan refleksi bersama. Dari perjalanan tersebut, banyak pelajaran yang dapat diambil sebagai bekal untuk melangkah lebih baik ke depan. Suasana diskusi yang terbuka membuat setiap peserta dapat menyampaikan pandangan dan gagasannya dengan nyaman. Tidak hanya menjadi ajang evaluasi,...

𝐎𝐯𝐞𝐫𝐭𝐡𝐢𝐧𝐤𝐢𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥 𝐡𝐞𝐚𝐥𝐭𝐡: 𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐬𝐮𝐣𝐮𝐝 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐦𝐛𝐮𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐢𝐰𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐞𝐥𝐚𝐡

Gambar
  Apakah kalian sering mendengar atau melihat di media sosial istilah semacam insecure, overthinking, quarter life crisis, mental health, dan masih banyak lagi? Istilah tersebut kerap muncul di jagat media sosial terutama twitter. Bagi anak-anak muda yang getol menggunakan sosial media mungkin sering mendengar atau bahkan menggunakan istilah ini. Namun apakah penggunaan istilahistilah ini sudah benar?  Mengartikan ​ istilah ​ overthinking cukup relatif mudah dan dapat dipecah dari asal katanya yaitu dari 'over' yang berarti berlebihan dan 'think' yang berarti berpikir. Jadi orang yang overthinking adalah orang yang terlalu banyak berpikir. Namun jangan disamakan dengan para pemikir atau filsuf seperti Plato dan Aristoteles. Overthinking merupakan satu ritual yang dilakukan oleh anak-anak muda biasanya malam hari sebelum tidur. Sekelumit masalah yang dihadapi seharian serta perbandingan pencapaian atau achievement dengan orang lain yang biasanya teman sebaya berujung kep...

𝗠𝘂𝘀𝗹𝗶𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸𝘁𝗶𝗳: 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗗𝗶𝗿𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗟𝘂𝗽𝗮 𝗞𝗼𝗱𝗿𝗮𝘁

Gambar
          Muslimah Produktif: Mengembangkan Potensi Diri Tanpa Lupa Kodrat Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, perempuan muslimah dituntut untuk mampu berkembang, berilmu, dan berdaya saing. Namun di sisi lain, banyak muslimah yang mulai merasa bingung dalam menjalankan perannya. Ada yang terlalu fokus mengejar pencapaian hingga melupakan tanggung jawab utama dalam keluarga, ada pula yang merasa tidak cukup berharga karena hanya berperan di rumah. Padahal dalam Islam, perempuan dapat menjadi pribadi yang produktif tanpa harus kehilangan fitrah dan kodratnya sebagai muslimah. Islam memandang perempuan sebagai sosok mulia yang memiliki peran besar dalam kehidupan. Perempuan bukan hanya pendamping, tetapi juga madrasah pertama bagi generasi penerus. Karena itu, Islam sangat mendorong perempuan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Menjadi muslimah produktif bukan berarti harus selalu sibuk bekerja atau akti...

𝗣𝗥𝗘𝗦𝗦 𝗥𝗘𝗟𝗘𝗔𝗦𝗘: 𝗧𝗘𝗠𝗨 𝗕𝗘𝗟𝗔𝗝𝗔𝗥 𝗞𝗘-𝟭 𝗔𝗞𝗠𝗜 𝟮𝟬𝟮𝟲

Gambar
  PRESS RELEASE  TEMU BELAJAR KE-1 AKMI 2026 Serang, 10 Mei 2026 – Alhamdulillah telah dilaksanakannya kegiatan Temu Belajar (TEBAR) AKMI 2026 dengan lancar dan penuh kebermanfaatan. Mengusung tema "Bertumbuh Bersama: Merangkai Kebaikan dengan Menebar Pengetahuan", kegiatan ini hadir sebagai upaya untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus menjadi wadah edukasi kreatif bagi anak-anak dalam mengenali potensi diri serta mengelola emosi. Kegiatan TEBAR berlangsung di Yayasan Iflars Mandiri, Puri Anggrek, kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh anak-anak yatim dan piatu. Kebahagiaan ini kian lengkap dengan kehadiran Pembina UKM AKMI Unitrita, Bapak Dr. Jakarta, M.A. serta pendampingan langsung dari pihak Yayasan Iflars Mandiri hingga usai. Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif, salah satunya melalui  Eksperimen Sains "Gunung Meletus".  Eksperimen ini menjadi sarana unik untuk mengenalkan manajemen emosi; anak-anak diajarkan bahwa emosi yang terus dipen...

𝗞𝗮𝗺𝗽𝘂𝘀 𝗛𝗲𝗯𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗽𝗶 𝗔𝗱𝗮𝗯 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹: 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗹𝗲𝗰𝗲𝗵𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗻𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶

Gambar
  Fenomena pelecehan dan kekerasan seksual yang belakangan mencuat di berbagai kampus Indonesia tidak bisa dipandang sebagai sekadar kasus viral yang akan hilang seiring waktu. Ini adalah tanda bahwa ada persoalan mendasar dalam cara kita memandang manusia, menjaga batas, dan memahami kebebasan. Kampus yang seharusnya menjadi ruang tumbuhnya intelektualitas dan integritas justru dalam beberapa kasus memperlihatkan hal sebaliknya. Orang bisa sangat cerdas secara akademik, tetapi gagal menjaga kehormatan dirinya dan orang lain. Pelecehan seksual sering kali dipahami secara sempit sebagai tindakan fisik. Padahal realitasnya jauh lebih luas. Ia hadir dalam bentuk ucapan, candaan, komentar, bahkan percakapan di ruang digital. Ketika seseorang menjadi objek pembicaraan seksual, ketika tubuh dijadikan bahan gurauan, atau ketika isi grup chat dipenuhi hal yang tidak pantas, maka pada saat itu pelecehan sudah terjadi. Tidak harus ada sentuhan untuk melukai. Kata-kata pun bisa merusak martab...